
Pentingnya Teknologi Informasi
Kemajuan ilmu dan teknologi informasi telah banyak mengubah cara pandang dan gaya hidup masyarakat Indonesia dalam menjalankan aktivitas dan kegiatannya. Keberadaan dan peranan teknologi informasi dalam sistem pendidikan telah membawa era baru perkembangan dunia pendidikan, tetapi perkembangan tersebut belum diimbangi dengan peningkatan sumber daya manusia yang menentukan keberhasilan dunia pendidikan di Indonesia pada umumnya. Hal ini lebih desebabkan masih tertinggalnya sumber daya manusia kita untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam proses pendidikan tersebut.
Peningkatan kinerja pendidikan di masa mendatang diperlukan sistem informasi dan teknologi informasi yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendukung, tetapi lebih sebagai senjata utama untuk mendukung keberhasilan dunia pendidikan sehingga mampu bersaing di pasar global. Sebelum membahas posisi Teknologi Informasi (TI), perlu dibangun pola pikir agar dapat mengikuti perkembangan TI yang sangat cepat. Pola pikir yang dimaksud adalah berpikir diluar kotak(think out of the box). Pada pola pikir ini dapat digambaarkan bahwa dalam penyelesaian masalah menggunakan cara-cara yang mungkin belum dipikirkan oleh kebanyakan orang. Pada saat pesawat terbang belum ditemukan banyak orang berpikir bahwa mustahil menerbangkan sesuatu yang lebih berat daripada udara, sehinggamustahil benda sebesar pesawat terbang sekarang ini dapat terbang. Hal tersebut merupakan pemikiran orang zaman dahulu sebelum pesawat terbang ditemukan, tetapi sekarang pemikiran tersebut dipatahkan dengan ditemukannya jet yang menjadi tenaga pendorong pesawat terbang saat ini. Oleh karena itulah bagaimana kita mampu membentuk peserta didik yang kreatif, inovtif,berpikir kritis, problem solver, dan kewirausahaan, hal ini dimungkinkan tentu tidak terlepas dari ikut andilnya TIK dalam kehidupan dunia pendidikan saat ini.
Pengertian informasi sering disamakan dengan pengeretian data. Data adalah sesuatu yang belum diolah dan belum dapat dgiunakan sebagai dasar yang kuat dalam pengambilan keputusan. Menurut S.P. Siagian, (2002) data merupakan bahan “mentah”. Sebagai bahan mentah, data merupakan input yang setelah diolah berubah bentuknya menjadi output yang disebut informasi.
Beberapa contoh data adalah data nama mahasiswa, jumlah kursi, jumlah peserta didik dan lain-lain. Data nama mahasiswa relatif belum berarti jika digunakan untuk mengambil keputusan tertentu. Data nama mahasiswa ditambah data IPK mahasiswa dan presentase nilai “D” dapat digunakan untuk menentukan bahwa mahasiswa tersebut dapat mengambil bebas teori atau tidak. Data bebas teori dan nilai skripsi dapat digunakan untuk mengambil keputusan bahwa mahasiswa tersebut berhak lulus atau tidak. Hasil gabungan dari data nama mahasiswa, IPK, presentase nilai “D”, dan nilai skripsi barulah dapat dikatakan sebagai sebuah informasi.
Posisi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) perlu digambarkan, sehingga keberadaanya menjadi jelas. Posisi TI sering disamakan dengan TIK atau bahkan dianggap lebih luas dibandingkan dengan TIK, sehingga sering salah dalam menentukan posisinya. TIK memiliki bidang kajian yang bermacam-macam, karena dalam TIK tidak hanya membahas masalah teknologi informasi dan komputer, tetapi juga membahas teknologi komunikasi/telekomunikasi. Adapun kajian TIK menurut Lantip Prosojo, (2011, 3) adalah sebagai berikut :
- e-Learning
- manajemen informasi
- teknologi informasi
- teknologi komputer
- sistem informasi mamajemen
- internet
- teknologi telekomunikasi(handpone, telepon, teknologi kabel dan nirkabel)
- teknologi jaringan komputer
- Sitem keamanan jaringan komputer
- sistem basis data.
Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa TI merupakan bagian dari bidang ilmu TIK yang pada implementasinya saling terkait satu sama lainnya. Perubahan di dalam semua segi kehidupan manusia dewasa ini terutama disebabkan karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi . Terjadinya perubahan besar tersebut oleh karena sumber kekuatan dan kemakmuran suatu masyarakat atau negara bukan lagi ditentukan oleh luas wilayahnya atau kekayaan sumber daya alamnya yang melimpah, tetapi telah berpindah kepada penguasaan dan pemanfatan ilmu pengetahauan dan teknologi. Menurut Christine E. Sleeter & Peter L, yang dikutif oleh H.A.R. Tilaar, (2012, 55) mengatakan bahwa terdapat tiga kekuatan yang dominan yaitu :
- Ilmu pengetahuan
- Teknologi sebagai penerapan ilmu pengetahuan
- informasi.
Ketiga kekuatan ini tidak berhubungan lagi secara langsung dengannasionalitas. Ilmu pengetahuan tidak perlu menyeberangi tapal batas suatu negara dan oleh sebab itu tidak lagi memerlukan paspor dan visa. Demikian pula dengan informasi berhembus kemana-mana tanpa batas dan tidak ada yang dapat menghentikan atau menghambat. Inilah era informasi dan ilmu pengetahuan yang memberikan skenario baru yang penuh dengan kemungkinan-kemungkinan . Kemungkinan-kemungkinan tersebut terus di eksplorasi sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Teknologi informasi telah mengubah kebudayaan negara menuju kebudayaan global karena sekat-sekat yang mengesolasikan kehidupan berbagai masyarakat dan negara telah dihapuskan. Kemajuan teknologi telah mempercepat proses globalisasi dan menuntut penataan kembali
kehidupan umat manusia dalam berbagai segi baik itu ekonomi , perdagangan, aliran modal maupun lembaga-lembaga kerjasama internasional lainnya. Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat di era globalisasi saat ini tidak bisa dihindari lagi pengaruhnya terhadap dunia pendidikan.Tuntutan global menuntut dunia pendidikan untuk selalu dan senantiasa menyesuaikan perkembangan teknologi terhadap usaha dalam peningkatan mutu pendidikan, terutama penyesuaian penggunaan teknologi informasi dan komunikasi bagi dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran.
Dalam dunia pendidikan, Teknologi Informasi dan Komnikasi secara umum bertujuan agar siswa memahami alat teknologi informasi dan komunikasi secara umum, termasuk komputer( computer literate) dan memahami informasi (information literate), artinya siswa mengenal istilah-istilah yang digunakan pada teknologi informasi dan komunikasi. Peran teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran, selain membantu siswa dalam belajar juga memiliki peran yang cukup berpengaruh bagi guru terutama dalam pemanfaatan fasilitas untuk kepentingan memperkaya kemampuan mengajarnya.
Dalam Al-Qur’an banyak sekali kita jumpai perintah-perintah, keterangan, anjuran, sindiran dan sebagainya yang pada hakekatnya sangat konsen atau kental sekali yang mengaitkan antara ajaran Islam dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Umat Islam meyakini bahwa agama Islam adalah agama Allah yang sempurna. Al-Qur’an adalah kitabullah yang berisi petunjuk dan pedoman yang lengkap untuk mengkaji seluruh kehidupan manusia kearah kebahagiaan yang hakiki dan yang abadi. Al-Qur’an juga mengandung ayat-ayat yang dapat di jadikan pedoman meskipun hanya secara garis besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan (sains) dan teknologi dalam rangka mempertebal keimanan dan meningkatkan kesejahteraan manusia.
Untuk Ibu Dosen pengampu mata kuliah Teknologi Informasi Pendidikan beserta asisten dosennya , terimakasih telah berbagi ilmu kepada kami mengenai teknologi informasi ini, semoga ilmu yang kalian berikan kepada kami dapat bermanfaat bagi kita semua di era serba otomatis ini. Maafkan kami apabila selama perkuliahan telah menyakiti atau menggores hati kecil ibu dosen dan asisten dosen.
Salam manis, sehat-sehat terus sampai kita berjumpa lagi…… 🙂
















































